cello ponsel
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
cello ponsel

GUNUNG TUA
 
IndeksLatest imagesPendaftaranLogin

 

 Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel

Go down 
PengirimMessage
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyWed Oct 27, 2010 11:53 pm

qta awali dengan elektronika dasar dulu aja ya...ironiskan kalo servicer hp gak tau nama komponen elektronika nya,fungsi komponen dan satuan ukurannya......jadi jangan sampe kerusakan salah komponen HP dan sifatnya pasif malah jadi phone totaly dead alias Mati Total....Gatot deh..gagal total dapet cuan yang ada malah mesti gantiin hp punya user...BT kan?.. .gak ada istilah terlambat untuk belajar..karena asas belajar qta adalah belajar sepanjang hayat !!!...tanpa maksud menggurui semua member...
mari qta sama2 belajar bersama ...mudah2an bermanfaat bagi qta semua khususnya buat Members Forum

Elektronika dasar
________________________________________
Bagaimanapun sebuah ponsel adalah sebuah rangkaian elektronika yang sangat pintar dan canggih. Akan tetapi ponsel tidak dapat berfungsi bila tidak diberikan daya atau tegangan (listrik).

Mungkin anda sudah merasakan manfaat dari sebuah listrik, apakah anda kenal dari karakter listrik? Apakah anda pernah melihat listrik? Apakah anda pernah melihat listrik sedang berjalan? Tentu tidak! Listrik dapat kita rasakan manfaatnya, akan tetapi listrik tidak dapat kita lihat wujud keberadaannya, bila anda penasaran dengan adanya listrik silahkan anda sentuh dengan jari anda kepada colokan listrik di rumah anda, hehehe.. kesetrum bukan? Baiklah, dengan sedikit eksperimen tersebut tentunya anda sudah dapat merasakan adanya listrik.

Baiklah saya akan mencoba mengenalkan secara praktis tentang listrik, memang sedikit sulit untuk menjelaskan sebuah listrik sebab listrik tidak dapat dilihat, sedangkan disaat kita mereparasi ponsel tentunya kita harus mengetahui nilai dari tegangan kepada rangkaian ponsel, apakah kita dapat tahu dengan hanya melihatnya saja? Tidak! Diperlukan sebuah alat ukur untuk mengetahuinya, misalkan: avometer, frequency counter, osciloscope, spectrume analizer, dll.

Sumber listrik
________________________________________
Awalnya tentu akan terdapat pertanyaan dari manakah bermulanya listrik? Apakah sejak diciptakannya alam semesta ini listrik sudah ada? Yup! Listrik sudah ada sejak tuhan menciptakan alam semesta ini. Tentunya andapun dapat merasakan listrik dari alam, disaat cuaca sedang mendung karena hendak akan hujan, listrik ini mengakibatkan petir, kekuatan yang sangat besar, dapat membakar apa saja yang disambarnya.

Para ilmuan elektronika akhirnya mengamati keberadaan listrik pada alam dan akhirnya para ilmuan tersebut dapat menciptakan listrik buatan. Dengan perkembangan teknologi akhirnya sumber listrik dapat dihasilkan oleh:

1. Listrik kimia yang berasal dari proses kimia batu baterai atau accumulator mobil. Listrik ini hanya mengalir searah saja, dan disebut direct current, disingkat DC. Listrik DC mempunyai polaritas Positif (+) dan Negatif (-), maka dalam penggunaannya tidak boleh terbalik pemasangannya.

2. Listrik yang dibangkitkan oleh generator PLN, kemudian disalurkan melalui transformator dan dibagikan kepada konsumen (pemakai) listrik. Listrik yang dihasilkan oleh generator mengalir secara bolak-balik, dan dinamakan alternating current, disingkat AC. Listrik AC berbeda dengan listrik DC yang mempunyai polaritas searah, listrik AC polaritasnya akan berubah-ubah, misalkan listrik AC pada listrik rumah yang mempunyai tegangan 220Volt dengan Frequency 50hz, maka polaritas tersebut akan berubah-ubah sebanyak 50 kali perdetiknya. Dalam penggunaannya, arus listrik AC tidak masalah walaupun colokannya terbalik.

Dengan perkembangan teknologi elektronika saat ini, listrik arus listrik bolak-balik (AC) dapat dijadikan arus searah (DC) dengan menggunakan suatu alat yang disebut power supply atau adaptor, pada perangkat accesories Ponsel akan dapat di temui seperti Trafo charger yang digunakan untuk mengisi battery Ponsel.

Arus dan tegangan
________________________________________
Muatan listrik yang bergerak kita sebut sebagai arus listrik. Besar dari arus listrik dapat didefinisikan sebagai banyaknya muatan yang melewati suatu tempat persatuan waktu. Arus listrik dinyatakan dengan lambang I dan satuannya adalah Ampere atau disingkat dengan A. Didalam suatu rangkaian, arus listrik dapat didefinisikan sebagai muatan listrik yang bergerak di dalam sambungan atau dalam komponen,dimana arus listrik akan mengalir terus menerus di dalam sistem elektronika yang sedang aktif. Jika pada suatu rangkaian tidak terdapat arus listrik maka rangkaian sistem elektronikapun tidak akan berfungsi.

Muatan pada arus listrik disebut tegangan. Besar dari tegangan didefinisikan sebagai banyaknya elektron yang terdapat pada muatan listrik. Tegangan listrik biasa disebut voltase, satuannya adalah Volt atau disingkat dengan V.

Di atas telah di jelaskan mengenai voltase sebagai ukuran untuk besar energi dari muatan yang bergerak dalam medan listrik, dimana medan listrik tersebut menghasilkan daya yang menggerakan muatan. Hal ini berarti medan listrik menghasilkan arus listrik. Dari penjelasan ini jelas bahwa bila tidak ada voltase(tegangan listrik) maka tidak akan ada arus listrik, dan sebaliknya bila ada voltase(tegangan listrik) berarti terdapat medan listrik dan kemungkinan terdapat arus listrik didalamnya. Dimana besar arus listrik tergantung pada besarnya tegangan listrik dan dari bahan atau komponen yang di kenai tegangan listrik tersebut.

Tenaga
________________________________________
Mungkin anda pernah mengalami sebuah ponsel dengan battrey yang terlihat penuh akan tetapi disaat menelpon ponsel langsung mati. Kejadian tersebut disebabkan karena tenaga yang diberikan battrey tidak seimbang dengan permintaan dari ponsel, hal tersebut bisa dimungkinkan terjadi karena battrey yang sudah Drop atau ponselnya sendiri yang bermasalah karena terdapat konslet di dalam rangkaiannya.

Untuk mengukur tenaga listrik dipergunakan Watt. Tenaga listrik dikatakan 1 Watt, jika rangkaian tersebut dilalui aliran 1 ampere dengan kedua ujung kutub tegangan terdapat 1 volt.

Rumus: Watt = Volt X Ampere

Contoh: Jika sebuah ponsel dipasangkan battery yang mempunyai tegangan 3,7 V dan dilalui arus 0,7 A (700mA), maka ponsel itu telah menerima tenaga dari sumber daya sebesar:
3,7 X 0,7 = 2,59 W
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyWed Oct 27, 2010 11:54 pm

Sifat dari komponen elektronika
________________________________________
Resistor
Fungsi resistor dapat diumpamakan dengan sekeping papan yang dipergunakan untuk menahan aliran air yang deras diselokan/parit kecil. Dengan memakai tahanan papan ini, maka arus air bisa terhambat alirannya. Perumpamaan ini dapat kita terapkan dalam tahanan listrik.

Makin lebar/besar papan yang dipergunakan untuk menahan air got, makin kecil air yang mengalir, begitu pula kejadian ini dapat diterapkan dalam pelajaran elektronika. Makin besar resistansi, makin kecil arus listrik dan tegangan yang melaluinya.

Resistor pada rangkaian elektronika dapat difungsikan untuk:
1. menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika;
2. menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronika;
3. membagi tegangan (Volt);
4. bekerja sama dengan transistor dan kondensator dalam suatu rangkaian untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah.

Besar kecilnya nilai tahanan dapat dinyatakan dengan satuan Ohm atau ditulis dengan huruf latin Ω (omega) dan notasinya ditulis dengan huruf R. Semakin besar nilai Ohmnya maka semakin besar pula tahanannya.
Bentuk fisik resistor pada Ponsel sangat berbeda dengan resistor elektronika pada umumnya yang mempunyai kode warna untuk mengetahui nilai resistansinya, Resistor Ponsel bentuknya sangat kecil (Resistor Chip) dan nilai resistansinya tidak terlihat pada badan resistornya, maka untuk mengetahui nilai resistansinya kita membutuhkan alat ukur seperti AVO-meter atau kita dapat mengetahuinya melalui skema diagram pada ponsel tersebut.

Kondensator (Capacitor).
________________________________________
Kondensator adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk memuat (menyimpan) elektron-elektor atau tenaga listrik selama waktu yang tidak tertentu. Kemampuan untuk menyimpan tenaga listrik pada kondensator disebut kapasitas (Capacitor) kondensator. Penyimpanan tenaga listrik oleh kondensator disertai proses kimia; berbeda dengan akumulator yang dipakai dimobil yang juga menyimpan tenaga listrik tetapi mengalami proses kimia. Tiap-tiap kondensator mempunyai daya tampung elektron dan daya tahan terhadap tegangan tertentu..


Kapasitor terdapat 2 macam, yakni kapasitor bipolar dan kapasitor nonpolar. Kapasitor bipolar mempunyai polaritas negative (-) dan polaritas positif (+) maka kapasitor bipolar tidak boleh terbalik dalam pemasangannya. Sedangkan kapasitor nonpolar ialah kapasitor yang tidak mempunyai polaritas, maka dalam pemasangannya tidak akan masalah walaupun terbalik posisinya.

Besarnya kapasitas dari kondensator dinyatakan dengan satuan farad (F) dan notasinya ditulis dengan huruf capital C. Dalam praktek biasanya satuan Farad (F) dianggap sangat terlalu besar, sehingga dalam pemakaiannya satuan farad diperkecil menjadi:

Mikro Farad disingkat ?F
Nano Farad disingkat nF
Piko Farad disingkat pF

Perbandingan satuan-satuan tersebut adalah:

1 Farad (F) = 1.000.000 ?F (?F=mfd)
1 mikro Farad (?F) = 1.000 nF
1 nano Farad (nF) = 1.000 pF

Tujuan penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian elektronika adalah dengan maksud:

1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan yang lainnya (pada rangkaian Power Supply).
2. Sebagai filter dalam rangkaian Power Supply.
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna.
4.Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila di pasang pada saklar.

Untuk mengetahui nilai kapasitor pada ponsel tentu akan terasa sulit sebab nilainya tidak tertulis pada badan kapasitor tersebut, berbeda dengan resistor kita dapat mengetahui nilainya dengan menggunakan alat ukur AVO-meter, kapasitor tidak dapat diketahui nilai kapasitasnya, oleh karena itu anda hanya dapat mengetahuinya lewat skema diagram ponsel tersebut.

Mengenal Semikonduktor
________________________________________
berhubung sifat yang dapat menghantar arus listrik dan juga menahan arus listrik maka dikenal suatu bahan yang disebut setengah penghantar atau semikonduktor.
Adapun semikonduktor yang dibahas terdiri dari:
1. Dioda
2. Transistor
3. IC (Intergrated Circuit)






Dioda
________________________________________
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan listrik pada satu arah saja dan tidak dapat mengalir arus sebaliknya. Dioda ini biasanya dipergunakan untuk perata arus pada power supply, dimana sumber listrik PLN adalah arus AC maka dengan menggunakan Dioda arus tersebut dapat dijaadikan arus DC yaitu arus searah.

Tujuan penggunaan Dioda dalam suatu rangkaian elektronika adalah dengan maksud:
1. Penyearah arus dan tegangan listrik.
2. Pengamanan arus dan tegangan listrik.
3. Pemblokir arus dan tegangan listrik.
Transistor
________________________________________
Kalau kita perhatikan hampir dalam setiap rangkaian elektronika masa sekarang ini banyak di jumpai satu atau beberapa buah komponen yang bentuknya kecil dan warnanya hitam yang dilengkapi dengan 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: Basis, Kolektor dan Emitor. Komponen tersebut dinamakan transistor. Transistor tersebut termasuk juga dalam jenis komponen semikonduktor.

Nama transistor berasal dari kata transfer dan resistor, transfer artinya mengalihkan atau membuat perubahan sedangkan resistor adalah suatu bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Jadi arti dari transistor adalah merubah bahan yang tidak dapat menghantarkan aliran listrik menjadi bahan penghantar atau setengah penghantar atau disebut juga bahan semikonduktor.

Tujuan penggunaan Dioda dalam suatu rangkaian elektronika adalah dengan maksud:
1. Penguatan (amplifier)
2. Switching (saklar)
3. Perataan arus, menahan sebagian arus, menguatkan arus, membangkitkan frekuensi tinggi dan renda.

IC (Intergrated Circuit)
________________________________________
Intergrated Circuit disingkat IC merupakan sebagian pesawat yang berfungsi tertentu di dalam proses kerjanya. Tiap-tiap IC yang diproduksi pabrik mempunyai penggunaan tertentu. IC merupakan sebagian unit pesawat biasanya terbuat dari rangkaian: Transistor, Resistor, Kondensator, dan dioda. Suatu rangkaian IC biasanya terdiri dari puluhan bahkan ribuan komponen yang dirangkaikan menjadi suatu unit proses kerja dengan beberapa kaki terminal sampai puluhan kaki terminal, kemudian dicetak secara vakum udara dengan bahan isolasi seperti gelas atau keramik dalam bentuk tertentu.

Tujuan pembuatan IC oleh pabrik adalah untuk menyederhanakan suatu rangkaian pesawat, untuk mengurangi efek sampingan seperti: konsleting, distorsi, rumitnya suatu rangkaian, dan untuk mengurangi bocornya suatu rangkaian pesawat yang haknya di lindungi undang-undang, sehingga pabrik lainnya tidak mudah meniru barang produksinya.

Untuk menentukan baik rusaknya suatu IC, tidak dapat ditempuh menggunakan alat ukur biasa, akan tetapi bisa saja anda mengetahui baik dan rusaknya dengan cara memindahkan IC tersebut kepada mesin ponsel yang normal.

IC mempunyai kaki-kaki terminal sampai puluhan kaki terminal, bentuk dari kaki-kaki IC pada Ponsel terdapat dua macam yakni: 1. kaki-kaki yang menyerupai kaki seribu, 2. IC BGA
(Ball Grid Aray)
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyWed Oct 27, 2010 11:55 pm

Signal / Frequency
________________________________________
Energi elektrik (arus atau gelombang ) dapat menyimpan informasi jika dibuat dalam vareasi tertentu dan satuan waktu tertentu pula (disebut intensitas). Vareasi energi elektris tersebut diberi istilah dengan sinyal (signal). Sinyal tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu analog dan digital. Gelombang sinus adalah contoh sebuah sinyal analog. Gelombang ini dapat merambat / mengalir melalui kabel ataupun udara, vareasi gelombang sinyal sinus (intensitas)

Waktu yang dibutuhkan sinyal hingga menyelesaikan sebuah gelombang (dari A hingga E), dalam satu detik disebut frekuensi (diukur dalam Hertz disingkat Hz).

Konsep frekuensi ini adalah kunci dalam memahami Radio Frekuensi (RF), sebab RF adalah frekuensi-independen. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan antara dua signal yang berbeda frekuensinya sehingga frekuensi dapat digunakan untuk membagi satu sinyal dengan sinyal yang lain sesuai dengan kegunaannya.

Jika kita kaji keterangan pada tabel diatas, membuktikan bahwa adanya signal sangat dirasakan di kehidupan sehari-hari. Manusia dapat mendengarkan signal dengan frequency 20Hz sampai 20kHz, signal ini biasa disebut dengan signal Audio. Salah satu tugas Ponsel adalah untuk men-Transmisikan signal audio ini hingga ke penjuru dunia. Agar suara yang berupa frekuensi rendah (signal audio) dapat di siarkan melalui pemancar, terlebih dahulu harus diubah dengan pesawat pemancar agar menjadi getaran listrik (signal) yang berfrekuensi tinggi. Hal ini disebabkan frekuensi yang rendah tidak dapat membawa suara tersebut sampai jarak jauh. Hanya frekuensi tinggi (High Frequency = HF) atau frekuensi radio (Radio Frequency = RF) yang dapat membawa ke penjuru dunia. Ponsel dapat mentransmisikan data oleh signal RF sebesar 800MHz-1900MHz.

Signal Digital
________________________________________
Type lain dari sinyal elektrik adalah sinyal digital, yang mempunyai tipe yang sama seperti dilingkungan komputerisasi. Tidak seperti pada sinyal gelombang sinus (sinyal analog) yang mempunyai perbedaan yang gradual antara titik tertinggi dengan titik rendah, pada sinyal digital vareasi terjadi antara nilai sinyal satu dengan yang lain sehingga hanya ada dua nilai dalam sinyal digital, yaitu tinggi (Logic 1) dan rendah (Logic 0).

Sinyal digital akan mepresestasikan informasi pada pola tinggi dan rendah. Pola tinggi dan rendah ini digunakan untuk merepresentasikan data informasi pada teknologi Ponsel.

Merubah Signal Analog manjadi Signal Digital
________________________________________
Di atas telah dijelaskan sekilas mengenai signal analog dan signal digital, pada sistem ponsel terdapat rangkaian pengubah signal analog dan signal digital. Ponsel saat ini adalah ponsel yang telah serba digital, seperti transmisi data untuk keperluan: Internet, SMS, MMS, Email, dll. Data informasi tersebut adalah data yang berbentuk signal digital, agar data informasi tersebut dapat dipancarkan maka diperlukan penggabungan dengan signal RF (Radio Frequency), untuk keperluan tersebut di butuhkan konversi signal digital menjadi signal analog atau sebaliknya agar data informasi tersebut dapat di gabungkan dengan signal pembawa (Carreir Frequency).

Pada teknologi wireless, kode-kode di dalam Ponsel ini akan melakukan konversi dari suara ke denyutan digital pada sisi pemancaran. Pada sisi penerima akan melakukan konversi dari denyutan digital kembali menjadi analog. Coder atau Vocoder adalah penganalisa suara dengan sebuah synthesizer. Vocoder dalam setiap telepon digital wireless adalah berupa chip set yang disebut dengan prosesor sinyal digital (DSP). Suara akan dimodelkan dan ditransmisikan oleh analyzer sebagai dari Vocoder. Pada saat diterima, synthesizer akan meng-interpresentasikan sinyal dan mereproduksi pendekatan yang sesuai dengan suara aslinya.

Suara normal musik, nada, dan semua sinyal analog akan di konversikan oleh Ponsel menjadi gelombang elektris. Gelombang elektris ini di analogikan pada suara. Suara akan mempengaruhi sirkuit telepon, secara elektronis akan merepresentasikan suara menjadi gelombang elektromagnetik yang terus menerus. Transmisi dari sinyal analog terkadang terkena distorsi. Akan tetapi, didalam system digital permasalahan tersebut telah diatasi.

Sinyal digital adalah representasi secara sistematis dan numeric dari suara, pada setiap nunasa suara akan ditangkap sebagai angka biner.
Reproduksi suara akan sangat mudah dilakukan dengan memberikan kode-kode dalam bentuk penomoran digit. Terdapat skema yang berisi error atau kesalahan untuk dapat diteliti dan diperbaiki sehingga link digital di system wireless tersebut akan selalu utuh. Untuk mengurangi bandwith, data signal dapat dilakukan pemampatan data atau kompresi.
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyWed Oct 27, 2010 11:56 pm

Seperti apa PWB Ponsel dan apa perbedaannya dengan PCB elektronika umumnya?
________________________________________
PWB singkatan dari “printed wired board”, PWB merupakan papan yang terbuat dari fiber glass yang didalamnya terdapat kawat penghantar untuk menghubungkan sekian banyak komponen yang akan dijadikan suatu rangkaian yang di intergrasikan dalam satu modul. PWB dan PCB hampir sama fungsi dan jenisnya, PCB singkatan dari “Printed Circuit Board”, PCB biasanya hanya mempunyai 1 sampai dua lapisan jalur yang ditempatkan pada permukaan depan dan belakang. Berbeda dengan PWB ponsel yang mempunyai banyak lapisan jalur, bahkan bisa lebih dari 8 lapisan jalur yang disusun sedemikian rupa. Tentunya dapat anda bayangkan suatu mesin ponsel dengan begitu banyaknya komponen bahkan sangat kecil ukurannya harus terhubung antara satu komponen dengan yang lainnya dijadikan satu rangkaian yang terintergrasi dalam satu modul, padahal PWB Ponsel sangat kecil dan dibatasi ukurannya. Agar ukuran ponsel tidak menjadi besar, dibutuhkan jalur yang bukan hanya 1-2 lapisan melainkan sampai 8 lapisan bahkan lebih, agar jalur-jalur tersebut tidak membutuhkan lahan (area) yang sangat luas.

Kerusakan PWB
________________________________________
1. Korosi sering menjadi penyebab utama dari kerusakan PWB, jalur-jalur PWB sangat kecil dan tipis, akibat korosi jalur menjadi terbutus,
2. Konsleting, hubung singkat secara elektronis bisa mengakibatkan jalur putus, sama halnya dengan sebuah sikring, bila arus listrik yang melewati kawat/jalur melebihi dari kapasitasnya maka jalur tersebut akan terbakar bahkan putus,
3. Benturan keras sering kali terjadi akibat ponsel jatuh atau terlempar keras bisa mengakibatkan PWB menjadi bengkok, jalur-jalur yang terdapat di lapisan tengah sangat rentan sekali terhadap tekukan,
4. Ceroboh atau kesalahan dalam melakukan penyolderan yang mengakibatkan terminal-terminal jalur terputus,
5. Penggunaan Solder atau Hotair terlalu panas atau melebihi batas suhu yang dianjurkan.
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyThu Oct 28, 2010 12:01 am

heu heu ada komandan......jadi malu.......lanjut ya Dan..!!!
Mengukur Resistansi

Gunanya mengukur resistansi adalah untuk mengetahui kondisi suatu komponen dalam keadaan rusak atau baik, serta untuk menentukan berapakah besar nilai Resistansinya.

Misalkan sebuah resistor mempunyai kode warna : coklat, hitam, merah dan toleransi emas artinya resistor tersebut mempunyai nilai resistansi sebesar 1000 ohm dengan toleransi 5%, maksudnya resistor tersebut masih dikatakan baik bila setelah diukur nilainya masih diantara +/- 5% dari 1000 ohm, atau antara 950 sampai 1050 ohm.


Cara mengukurnya sebagai berikut :

-
Atur selector switch pada posisi ohm
-
Pilih batas ukur (range) apakah : x1, x10, x100, atau x1000 (sesuaikan dengan nilai resistor)
-
Terlebih dahulu, hubung singkat kabel penyidik agar jarum meter bergerak kearah kekanan dan dapat diatur supaya menunjukkan pada skala maksimum dengan memutar tombol Zero Adjust, maksudnya agar pembacaan meter dapat / sesuai dengan skala dan range yang dipakai.
-
Mulailah mengukur resistor dengan menghubungkan kabel penyidik pada ke dua kaki resistor secara pararel, dengan mengabaikan warna kabel..

-
Baca papan skala sesuai dimana jarum meter berhenti, dan kalikan pembacaan dengan batas ukur. Misalnya jarum menunjukkan pada skala 10 dan batas ukur menggunakan x 100, maka nilai resistor tersebut adalam 1000 ohm
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyThu Oct 28, 2010 12:03 am

FUNGSI KOMPONEN HP DAN SOLUSI KERUSAKANNYA

Berikut dibawah ini adalah beberapa buah komponen utama yang terdapat di dalam Hand Phone beserta trouble shooting dan fungsinya:

Antena Switch
Fungsi : Sebagai pengolah dan penyempurna serta menyatukan tegangan signal RX dan signal TX.
Trouble Shooting:
Tidak ada jaringan
Hanya keluar salah satu jaringan saja
Signal naik turun
Pada saat sinyal tampil hp langsung mati

IC Audio (COBBA)
Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat dan diteruskan kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadi getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU. Pada IC Audio juga terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel. Disamping itu juga berfungsi untuk menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti imei, phone code, dsb.
Trouble Shooting:
Contact Service
Blank hitam pada LCD
Signal naik turun
Sepiker dan Mic mati

IC CPU
Fungsi : CPU merupakan serangkaian komponen elektronika yang terintegrasi dan akan berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Komponen ini mempunyai tugas yang sangat signifikan, karena komponen ini merupakan otak dan suatu ponsel. Dengan kata lain CPU adalah pusat dan sistem kerja ponsel.
Trouble Shooting:
Mati total (Matot)
Tidak ada jaringan
Restart
Tiba-tiba hp mati sendiri
Contact Service
LCD blank

IC Power (CCONT)
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.
Trouble Shooting:
Mati total (Matot)
Insert simcard
Contact Service
Restart
Not charging
Blank hitam pada LCD

IC UEM
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya. Pada IC UEM ini merupakan gabungan dari IC Power, IC UI, IC Charging.
Trouble Shooting:
Mati total (Matot)
UPP Bad Respon 02
Error data 2 ( Tornado )
Contact retailer / contact service
Phone restic ( cek IMEI ??????? )

IC Flash
Fungsi : Komponen ini sebagai media penyimpanan data pada ponsel yang tidak permanen dalam kata lain dapat diubah atau ditambah dengan data-data yang berada pada komputer. Alat ini sama fungsinya dengan hard-disk pada komputer.
Trouble Shooting:
Restart
Tiba-tiba hp mati sendiri
Contact Service
LCD blank
Mati total
Salah satu data hilang dati menu

EEPROM (Electrically Erase Programable Read Only Memory)
Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan data pada ponsel yang dirancang tidak tergantung dengan adanya arus listrik dari ponsel tersebut, karena sudah ada battery khusus atau arus listrik yang telah dimilikinya, biasanya komponen ini menyimpan data pabrik seperti IMEI1, IMEI2, Security Code, Versi program dan tanggal pembuatan. Namun untuk ponsel merk Nokia keluaran terbaru data yang terdapat pada komponen ini tidak dapat diubah.
Trouble Shooting:
Mati total (software )
MCU (Master Control Unit)
Fungsi : Data yang ada di dalam ponsel yang terletak berada pada IC Audio, data ini bersifat permanen atau sudah dari pabrik, seperti : versi program ponsel, IMEI, tahun pembuatan, dan phone code.
Trouble Shooting:
Mati total ( software )

IC RAM
Fungsi : Komponen ini pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan data juga, tapi sifatnya hanya sementara, karena komponen ini cara kerjanya tergantung pada arus listrik yang terdapat dalam komponen tersebut. Jika ponsel dimatikan maka secara langsung data yang terdapat dalam komponen tersebut akan hilang dengan sendirinya. Komponen ini sangat berkaitan erat dengan aktifitas CPU. Semakin besar kapasitas dari RAM maka akan baik Dula kinerja dari CPU, tetapi jika RAM mengalami kerusakan maka CPU tidak bisa bekerja.

IC Charging
Fungsi : Komponen ini akan bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerja hanya untuk mengisi tegangan battery yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol.
Trouble Shooting:
No charging
Nyedot batre

IC UI
Fungsi : Sebagai pengontrol data yang diperintahkan oleh IC CPU pada Vibrator, Buzzer, Led dan bersifat sebagai saklar otomatis dalam ponsel.
Trouble Shooting:
Mati total
Tidak ada getar
Dering mati
Led mati

IC PA
Fungsi : Sebagai pengontrol tegangan sinyal TX serta penguat akhir sinyal yang akan dipancarkan melalui komponen switch antena yang terdapat pada ponsel.
Trouble Shooting:
Sinyal keluar kemudian hilang
Tidak transmit
Mencari jaringan
Nyedot batre
Mati Total (Matot)

IC RF (HAGAR)
Fungsi : Sebagai pengontrol sinyal RX (masuk) dan TX (keluar), agar setiap bagian dapat bekerja dengan baik. Komponen ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: IF, Mixer, Osilator, Detektor, Enkoder, Dekoder, AFC, Tone Frequency dan Squelch.
Trouble Shooting:
Mencari jaringan
Keluar salah satu jaringan
Mati Total (Matot)
Restart
Blank Putih pada LCD

IC VCO (Voltage Control Oscilator)
Fungsi : Sebagai osilator/pembangkit frekuensi yang akan dikirim melalui bagian TX (pemancaran) dan frekuensi yang masuk melalui bagian RX (penerimaan) agar tetap sama dengan yang dipancarkan. Disamping itu piranti ini juga berfungsi sebagai pengatur tegangan pulsa dari RF Signal Processor.
Trouble Shooting:
Hanya salah satu kartu yang bias digunakan
Mencari jaringan ( serching )
Sinyal keluar kemudian hilang

LCD (Liquid Crystal Display)
Fungsi : Sebagai alat yang akan menampilkan semua aktifitas dan ponsel, sebagai media komunikasi baca dan tulis pada ponsel.
Trouble Shooting:
Blank
Tulisan terbalik/berantakan
Pecah

Keypad
Fungsi : Sebagai peralatan input yang memberikan perintah data kepada CPU ponsel untuk diproses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang berkaitan dalam ponsel.
Trouble Shooting:
Blank
Tulisan terbalik/berantakan
Pecah

Battery
Fungsi : sebagai sumber arus listrik yang diperlukan untuk memberikan arus listrik pada ponsel. Battery untuk ponsel ada beberapa macam, yaitu Nickel-Metal Hydrate (NiMH), Lithium-Ion (LiON), dan Lithium-Poly?I RI- (LiPoly)
Trouble Shooting:
Ngedrop
Pada saat melakukan panggilan, hp langsung mati
Lampu LCD berkedip kedip
Charging gagal .......
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyThu Oct 28, 2010 12:06 am

for newbie ..modul dari kang DJ Junkiee ini penting untuk dibaca..agar lebih mengenal sistim kinerja ponsel dengan baik.......silahkan simak modulnya...thanks a lot for Mr.DJ junkiee for uploading this materi in several forums......just copas....delete if repost.....

monggo......

Secara umum Sistem modul Ponsel terdiri dari dua bagian besar sistem yaitu : RF dan Baseband, kedua sistem ini akan saling berkaitan satu sama lainnya. Bila salah satu sistem tersebut tidak befungsi, maka ponsel tidak akan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

Modul RF

Modul RF merupakan bagian penting dari sistem komunikasi tanpa kabel (wireless), tanpa Sistem RF maka ponsel tidak akan dapat men-transmisikan data informasi kepada Base station, hal ini bisa mengakibatkan Ponsel tidak akan mendapatkan signal atau jaringan dari operator.
Fungsi Sistem RF diantaranya:
* Penerimaan dan pemancaran HF (High Frequency)
* Menyatukan data informasi dengan signal pembawa (Modulasi)
* Memisahkan data informasi dengan signal pembawa (Demodulasi)
* Pembangkit frekuensi untuk signal pemancaran dan penerimaan (Frequency Synthesizer)
* Pengunci jaringan operator (PLL)
* Penguatan signal penerimaan dan pemancaran
* Pembangkit denyut untuk kebutuhan Clock Baseband

Cara Kerja Sistem RF
Data informasi yang berasal dari sistem Baseband masih berbentuk getaran listrik yang berfrekuensi rendah, agar data informasi dapat dipancarkan dan diterima oleh Base Station, terlebih dahulu harus diproses oleh sistem RF agar menjadi getaran listrik yang berfrekuensi tinggi. Hal ini disebabkan frekuensi rendah tidak dapat membawa data informasi tersebut sampai jarak jauh. Hanya frekuensi tinggi (High Frequency = HF) atau Frekuensi Radio (Radio Frequency = RF) yang dapat membawanya ke seluruh penjuru dunia.
Proses mengubah frekuensi rendah yang berupa data informasi menjadi frekuensi tinggi disebut bermodulasi. Getaran frekuensi tinggi yang dipancarkan Base Station dengan membawa sifat-sifat dan unsur-unsur frekuensi rendah dinamakan Carrier Frequency (Frekuensi pembawa) atau frekuensi dukung.
Gambar diatas merupakan Diagram Sistem RF Ponsel yang mempunyai dua bagian sistem kerja yang berbeda, pertama Bagian Penerimaan (Receiver) dan kedua Bagian Pemancaran (Transmitter). Sistem Kerja Receiver berfungsi untuk penerimaan sinyal yang dipancarkan oleh Base Station, sedangkan bagian Transmitter berfungsi sebagai pengiriman sinyal data informasi ke Base Station.
Di atas dijelaskan bahwa bagian RF didukung oleh 2 rangkaian yang berbeda yaitu rangkaian yang berfungsi sebagai Transmitter dan receiver, sedangkan jalur transmisi kepada Base Station hanya satu arah saja dan antena ponsel hanya terdapat satu buah. Oleh karena itu Modul RF Ponsel membutuhkan Antenna Switch, fungsinya untuk pergantian fungsi antenna secara bergantian kepada bagian Transmiter dan Receiver.
Sistem kerja Transmitter dan Receiver didukung oleh PLL pada Frequency Synthesizer, bagian ini berfungsi sebagai pengunci jaringan ponsel ke Base Station. Agar ponsel mendapatkan layanan dari operator terkait dibutuhkan koneksi yang berkelanjutan antara Ponsel dan Base Station, banyak sekali Base Station dan Operator Selular yang ada disekitar kita, tentunya hanya salah satu operator saja yang dapat di akses oleh setiap ponsel, misalkan ponsel yang digunakan menggunakan SIM Card Simpati, maka hanya
Operator Telkomsel yang dapat memberikan akses kepada ponsel ini.
Secara keseluruhan Modul RF dapat diperlihatkan seperti gambar dibawah ini:
Transmitter (TX)
Bagian Transmitter berfungsi untuk mengirimkan data informasi kepada Base Station (Operator), Dalam realisasinya sinyal yang akan ditransmisikan melalui antenna harus memiliki beberapa syarat tertentu supaya bisa dipancarkan secara efisien oleh antenna, dan sampai ke Base Station dengan baik.
Beberapa syarat itu misalkan:
* Sinyal Yang Dipancarkan Antenna Haruslah Berfrekuensi Tinggi, supaya antenna yang dipergunakan memiliki dimensi yang ?reasonable? (tidak terlalu besar), hal ini berkaitan dengan efektifitas dari sebuah antenna untuk bisa memancarkan sinyal tersebut. Sebuah antenna hanya akan memancarkan sinyal listrik secara efisien, jika besar / panjang dari antenna itu sebanding dengan panjang gelombang sinyal yang akan dipancarkan. Sinyal yang berfrekuensi rendah, misalkan 1Khz (panjang gelombang 300 km) akan memerlukan panjang antenna 300 km. Hal ini tentu sulit untuk merealisasikannya. Untuk memungkinkan pengiriman sinyal tersebut dengan panjang antenna yang sekecil mungkin, sebelum sinyal tersebut dikirim ke antenna, dilakukan proses Modulasi.
* Modulasi adalah proses memindahkan spektrum / frekuensi dari suatu sinyal rendah ke spektrum yang lebih tinggi. Dalam proses modulasi ini dilakukan pencampuran antara sinyal berita (yang berindikasikan data informasi dari Base Band) dengan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi. Karena sinyal dari frekuensi tinggi ini bertugas membawa sinyal berita tersebut, maka sinyal ini dikatakan juga sebagai signal pembawa (carrier). Sinyal pembawa ini dihasilkan oleh suatu komponen yang dinamakan oscilator, oscilator ini dikontrol oleh bagian Frequency Synthesizer.

Dengan membesarnya frekuensi sinyal tersebut, maka dimensi antenna yang akan digunakan menjadi sangat kecil, sehingga dimungkinkan pembuatan ponsel ukuran kecil yang bisa dibawa ke mana-mana
Sinyal yang dipancarkan antenna haruslah memiliki energi / daya yang cukup untuk bisa menjangkau penerima yang berjarak jauh dari pemancar tersebut, sehingga dimungkinkannya transmisi berjarak jauh (hingga puluhan kilo meter). Oleh sebab itu sebelum sinyal yang termodulasi tadi dikirimkan ke antenna untuk dipancarkan, terlebih dahulu akan diperkuat oleh penguat daya / Power Amplyfier (PA) sampai mencapai level tertentu.
Secara skematis gambar ini menunjukan bagan sebuah pemancar yang terdiri dari Modulator, Oscilator, Frekuensi Synthesizer yang terintergrasi didalam RF Processor, Penguat daya (Power Amplyfier), Antenna Switch, Antenna.
Dalam proses Transmitter RF Processor akan berperan sebagai proses Modulasikan Signal TX I/Q dari Baseband, proses Modulasi ini diproses oleh Frequency Synthesizer. Setelah signal data informasi telah termodulasi dan telah dirubah menjadi signal RF sebesar (900MHz-1900Mhz) selanjutnya akan diteruskan kepada PA (Power Amplyfier) untuk dikuatkan kemudian signal tersebut diteruskan kepada Antenna Switch dan Antenna untuk selanjutnya ditransmisikan ke Base station.

Proses Transmitter ini akan berjalan dengan baik tergantung dari kinerja PA. Perlu anda pahami lebih jauh lagi bahwa Ponsel bisa saja mendapatkan jaringan walaupun PA dalam keadaan rusak atau tidak terpasang, akan tetapi signal tersebut akan drop/hilang sekitar 10 detik disaat ponsel baru dihidupkan, anda dapat melihatnya pada bar signal LCD. Bila terdapat permasalahan signal sebaiknya Ponsel tersebut dicoba untuk pencarian signal secara manual terlebih dahulu, bila proses pencarian gagal atau tidak mendapatkan satupun operator yang tertampil maka bukan masalah dari PA akan tetapi bagian Receiver yang bermasalah. Biasanya permasalahan dari PA bila jaringan dicari secara manual Ponsel akan mendapatkan beberapa operator akan tetapi bila dipilih salah satu operator yang sesuai dengan kartu yang digunakan akan muncul pesan error ? Tidak ada Akses?, dengan gejala tersebut kemungkinan yang paling besar adalah PA yang bermasalah.
Perlu anda pahami juga, proses ponsel untuk mendapatkan signal dan menguncinya dengan cara:
* Disaat pertama kali Ponsel dihidupkan, ponsel akan menjalankan proses penerimaan untuk mendapatkan semua operator yang berada disekitarnya.
* Ponsel akan membaca SIM Card yang digunakan, setelah Baseband menentukan operator yang akan diakses selanjutnya ponsel akan melakukan proses registrasi jaringan.
* Proses registrasi jaringan ini diperlukan proses pemancaran (Transmitter), maka jika proses Transmitter ini gagal akan menyebabkan Ponsel tidak akan dapat terlayani oleh operator terkait, hal ini dapat diperlihatkan pada LCD Ponsel signal akan hilang dalam waktu 10 detik.


Kesimpulan dari keterangan diatas adalah:
* Untuk mendapatkan signal dari operator, PA tidak akan berperan karena hanya bagian Receiver yang akan berfungsi.
* Bila proses penerimaan tidak berjalan dengan baik, maka proses pemancaran (Transmitter) tidak akan dapat dilakukan karena Ponsel belum dapat menentukan Operator mana yang akan diakses.
Receiver (RX)
Bagian penerimaan (receiver) mempunyai tugas untuk ?menangkap? kembali sinyal yang dipancarkan oleh Base Station ke ruang bebas, kemudian memprosesnya sampai didapati kembali sinyal berita (data informasi) yang dikirim tanpa ada kekurangan. Bagian penerimaan secara skematis digambarkan seperti di bawah ini:

Tugas-tugas dari setiap blok yang terdapat pada bagan diatas akan diterangkan seperti berikut:

Setelah signal RF dari Base station diterima oleh Antenna dan Antenna Switch signal akan diteruskan kepada LNA (Low Noise Amplyfier) yang bertugas memperbesar level dari sinyal penerimaan yang biasanya sangat kecil sampai ke level tertentu yang bisa diproses oleh rangkaian sesudahnya (Demodulator). Penguat ini haruslah mempunyai faktor derau (factor noise) yang rendah, hal ini dikarenakan sinyal yang datang pada (sinyal masukan) mempunyai level yang sangat rendah, sehingga apabila ada tambahan derau yang cukup signifikan yang disebabkan oleh penguat ini, maka perbandingan daya sinyal dengan daya derau (S/N Signal to Noise ratio) akan semakin mengecil sehingga akan menyulitkan sistem penerimaan untuk mendapatkan sinyal beritanya. Penguat ini disebut juga LNA (Low Noise Amplyfier).

Demodulator bertugas untuk memindahkan frekuensi sinyal dari frekuensi tinggi ke frekuensi antara IF (Intermediate Frequency) yang lebih rendah. Dengan frekuensi yang lebih rendah, maka effort (usaha) dari pemprosesan menjadi jauh lebih kecil. Sacara garis besar bagian demodulasi ini bertugas untuk memisahkan carrier sinyal (signal pembawa) dengan sinyal informasi. Selanjutnya Signal data informasi tersebut akan diteruskan kepada Baseband melalui jalur RX I/Q.

Proses Receiver akan sangat bergantung sekali kapada Subsystem PLL dan Frequency Synthesizer, sebab pertama kali sistem RF bekerja adalah bagian Receivernya dulu sebelum Transmitter. Sebelum melakukan registrasi jaringan, Ponsel terlebih dahulu akan menerima beberapa Operator yang kemudian akan mengunci salah satu operator yang sesuai dengan SIMCard yang digunakan, selanjutnya Ponsel melakukan pengiriman Registrasi jaringan.

Permasalahan yang terjadi bila Receiver tidak berfungsi dengan baik, Ponsel tidak akan mendapatkan jaringan walaupun telah dicari secara manual. Bila bagian Receiver belum berfungsi maka bagian Transmitter tidak akan dapat berfungsi walaupun tidak terdapat kerusakan pada bagian Transmitternya, sebab proses Transmitter membutuhkan jalur koneksi ke operator yang telah ditentukan oleh Ponsel.

Frequency Synthesizer & PLL
Sinyal dari operator penyedia jaringan Cellular yang bermacam-macam dan berjumlah sangat banyak akan diterima antenna Ponsel. Kemungkinan sinyal yang beraneka ragam ini akan tertangkap oleh antenna penerima. Untuk bisa memilih sinyal mana yang harus diakses dan sinyal mana yang tidak akan diakses, dipergunakanlah PLL yang bertugas untuk menyeleksi sinyal yang diterima.

Proses Transmitter dan Receiver sangat bergantung sekali terhadap Frequency Synthesizer, sebab bagian ini yang akan menghasilkan gelombang/Frequency pemancaran dan penerimaan. Frequency Synthesizer dan PLL tersimpan didalam IC RF Processor.


Secara skematis gambar diatas menunjukan bagan system Frequency Synthesizer yang proses kerjanya seperti berikut.

VCO (Voltage Controled Oscilator) akan menghasilkan frekuensi sebesar 3.42GHz ? 3.84GHz. Frekuensi VCO dikunci oleh PLL ke sumber frekuensi stabil yg diberikan oleh VCTCXO yang berjalan pada 26Mhz. Frekuensi dari VCTCXO dikunci ke frekuensi Base Station dengan bantuan AFC Volt yang dihasilkan oleh Baseband dengan 11Bit D/A Converter. Lokasi PLL ada di RF Processor yang dikontrol melalui RF Bus dari DSP/Microprocessor, RF Bus akan menentukan Channel Frekuensi operator (Base station) yang akan diakses oleh ponsel. Maka proses modulasi dan demodulasi tergantung pada PLL ini.


Gambar di atas adalah skema PLL yang menjelaskan PLL dibantu oleh Buffer / AGC yang terdiri dari Prescaler, Phase Detector dan Charge Pump. Frekuensi sebesar 3.420MHz ? 3.980MGHz yang dihasilkan oleh VCO diberikan melalui Phase Siffter(Balun)ke Prescaler dan output Prescaler diberikan kepada Comparator (pembagi) +N dan +A yang memproduksi input ke phase detector. Phase detector ini membandingkan signal ke referensi signal yang masuk dengan yang seharusnya ada, yang mana dibagi oleh pembagi referensi dari Frequency VCTCXO (26mHz). Frekuensi dari referensi signal itu adalah 400kHz. Output dari phase detector disambungkan ke Charge Pump yang akan memuat atau tidak memuat melalui kapasitor yang terpasang didalam loop filter tergantung dari pengukuran phase (tingkatan) frekuensi dibandingkan ke frekuensi yang direferensikan. Voltase output pada akhirnya disambungkan ke pengaturan input dari VCO. VCO dioperasikan pada Multy Frequency Channel yang akan dioperasikan pada EGSM 900mHz?PCN 1800 mHz?PCS 1900mHz, frequency tersebut untuk pencampur Modulator dan Demodulator yang di intergrasikan didalam RF Processor.

Perlu anda ketahui juga, Parameter / Value Frequency Multy Channel operator berada pada Firmware yang terdapat pada IC Flash, File ini dinamakan dengan file PM (Permanent Memory), bila data PM ini bermasalah atau terhapus maka Sistem kerja PLL tidak akan berjalan dengan baik bahkan ponsel tetap saja tidak akan mendapatkan jaringan. Oleh karena itu sebaiknya lakukan Flash/Write PM secara menyeluruh menggunakan file PM yang sempurna sebelum melakukan perbaikan Hardwarenya. Proses ini biasanya disebut dengan Tunning Signal secara Software.

Modul Baseband

Modul Baseband merupakan bagian pengolahan utama input dan output data informasi dan pengolahan sistem operasi, secara umum sebagai bagian komputerisasi sebuah ponsel untuk medukung fitur multimedia, pendistribusian tegangan dan clock.
* Modul Baseband terdiri dari:
* Microprocessor
* Memory
* Power Distribution
* Power Up & Power Down
* Clock Distribution
* Multy Mode Converter
* Audio Codec / PCM
* Sim Card Interface
* UI Interface

Microprocessor
Seperti pada komputer desktop biasa maupun laptop, ponsel juga menggunakan Processor sebagai pusat dari semua kegiatan komputasi elektronis peralatan ini. Processor merupakan otak dari sistem kerja ponsel yang akan melakukan koordinasi semua fungsi ponsel termasuk juga instruksi-instruksi yang terprogram didalamnya. Tidak seperti pada desktop komputer maupun Laptop, Ponsel menggunakan Prosesor yang relative lebih kecil. Ada perbedaan penting antara Microprocessor Ponsel dengan Komputer pada umumnya. Dimana Processor Komputer tanpa memori dan I/O pendukung, Misalkan saja pada PC (Personal Computer), Processor selalu membutuhkan perangkat pendukung seperti: Chipset, VGA Card, Sound Card, I/O Pheripherals. Sedangkan Microprocessor Ponsel semua perangkat pendukung tersebut telah diintergrasikan didalam satu Processor.

Microprocessor Ponsel Nokia disebut : MAD (pada Nokia DCT3), UPP (pada Nokia DCT/WD2), sedangkan pada Nokia BB5 mempunyai 2 Mikroprosesor yang terpisah, dinamakan: RAP3G dan OMAP, walaupun sebenarnya prinsip kerjanya sama, mempunyai 2 fungsi utama, yaitu: BRAIN dan BODY.

BRAIN merupakan otak dan pusat pengendali utama dari Microprocessor ponsel, bagian ini mempunyai tiga fungsi:
* MCU Subsystem (Micro Controller Unit)
* DSP Subsystem (Digital Signal Proccesor)
* Brain Peripherals

Body merupakan bagian dari UPP yang berfungsi sebagai pelaksana perintah dari bagian Brain. Bagian Body berfungsi juga sebagai Custom Cellular Logic. Diantaranya:
* Interface FBUS & MBUS
* Interface LCD & Keyboard
* Interface SIM Card
* Interface RF (RFBUS)
* Clock management
* dll

Hampir 80% pengolahan sistem operasi ponsel didukung secara Software, Microprocessor Ponsel memiliki ROM didalamnya, memang tidak cukup besar kapasitasnya tidak lebih dari 1Megabit untuk menyimpan program MCU Subsystem dan DSP Subsystem. Program yang tersimpan didalam ROM tersebut diantaranya Booting awal untuk Operation Mode ponsel. Contoh seperti kasus dibawah ini:

Disaat ponsel dalam keadaan mati, IC Flash dalam keadaan tidak aktif, seperti yang telah anda ketahui bahwa cara kerja Ponsel dalam proses Power up (ON) membutuhkan suatu operating sistem untuk melakukan boot sedangkan IC Flash tersebut masih dalam keadaan tidak aktif, lalu bagaimanakah ponsel bisa hidup?, jawabannya adalah pada proses Power up tersebut akan dipanggil data operating sistem yang berada pada Microprocessor Ponsel, setelah sleep mode aktif dan Watcdog aktif lalu Microprocessor mengambil data Firmware dari IC flash, dimana IC Flash telah menyimpan operating sistem yang lebih utuh dan lengkap untuk mendukung semua kenerja ponsel.
Memories
Microprocessor Ponsel tidak akan dapat berfungsi secara penuh bila tidak dibantu oleh Memory. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Microprocessor Ponsel mempunyai subsystem MCU dan DSP didalamnya. Akan tetapi subsystem tersebut tidak dapat menyimpan OS (Operating System) secara utuh, karena sangat terbatas memorynya. Maka dibutuhkan memory tambahan untuk menyimpan Software MCU dan DSP (Firmware). Memory yang dibutuhkan oleh Microprocessor adalah: Flash Memory, EEPROM, RAM.

1.Flash memory
Flash Memory merupakan ROM yang mempunyai kapasitas besar dalam penyimpanan datanya. Karakter dari Flash memory dapat menyimpan data secara permanen, yang mana data-data tersebut tidak akan hilang walaupun battery di lepas dari ponsel, hanya menggunakan alat dan program khusus untuk menghapus dan merubahnya

Flash Memory ponsel saat ini memiliki beberapa fitur, diantaranya:
* Dengan menggunakan EFP (Enhanced Factory Programming) atau VPP, pemrograman dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan algoritma konfensional.
* Transmisi data sudah menggunakan cara multylflexing sehingga jalur input dan output sudah dapat dikurangi.
* Setiap saat UPP dapat mengakses data yang tersimpan didalam Flash memory dari alamat manapun.
* Read While Write (RWW) & Read While Erase(RWE), Flash mempunyai multi partisi sehingga akan memungkinkan disaat membaca dapat melakukan penghapusan data yang lainnya dalam waktu yang bersamaan dan dapat membaca bersamaan dengan menghapus data yang lainya.


Flash Memory adalah media untuk penyimpanan data Software MCU (Micro Controlled Unit) dan Software DSP (Digital Signal Processor) yang merupakan OS (Operating System) pada ponsel yang biasa disebut (Firmware), Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel. Language pack atau pilihan bahasa (pada ponsel Nokia disebut PPM), yang tersimpan didalam Flash Memory. Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll.

Bila terdapat kerusakan pada program didalamnya, tidak sedikit ponsel menjadi mati total, maka diperlukan proses Flashing yaitu untuk menghapus dan memprogram ulang data-data yang ada didalam IC Flash. Proses ini diperlukan alat khusus yang biasa disebut dengan Program Flasher seperti: UFS HWK, JAF, MT BOX, UB, MXKey, dll.

Berbeda dengan Computer Desktop (PC) atau Laptop yang memakai Hard Disk untuk menyimpan datanya sehingga dapat diganti untuk di perbesar kapasitas penyimpanannya. Flash Memory mempunyai ukuran yang terbatas dan tidak dapat dirubah untuk dinaikan kapasitasnya. Biasanya Flash Memory ponsel hanya mempunyai kapasitas dari 64MB sampai 256MB saja, akan tetapi ponsel saat ini sudah bisa ditambahkan Memory Eksternal untuk menambahkan kapasitas penyimpanannya, memory eksternal ini bisa menyimpan kapasitas data sampai 2 GB lebih. Agar kinerja ponsel tidak berat maka sebaiknya data-data user disimpan saja di dalam Memory External saja.

EEPROM
Konsep dasar dari Eeprom hampir sama dengan Flash Memory yaitu menyimpan data secara permanen, hanya saja kapasitas dari Eeprom lebih kecil dibanding flash. EEPROM digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Signal Tunning Value, IMEI/ISN, SID, MIN, SP-Lock, Security Code, dll. Walaupun sebenarnya data-data tersebut hanya pihak pabrik saja yang bisa merubah, akan tetapi sudah cukup banyak teknisi-teknisi yang handal sudah bisa merubah data-data pada area EEPROM tersebut, bahkan dapat merubah nomor IMEI ponsel, padahal tindakan ini illegal!

RAM
RAM (Random Access Memory) mempunyai tugas untuk menyimpan data sementara. Penyimpanan data pada RAM disebut Write Operation (operasi tulis) atau menulis, sedangkan pendeteksian dan pemanggilan data dari RAM disebut Read Operation (operasi baca) atau membaca. Sifat dari penyimpanan data dari RAM ialah penyimpanan data sementara (Memory Volatile) atau Dynamic Data Storage, dimana data akan hilang bila tidak ada arus listrik (daya).

Proses kerja RAM dapat diilustrasikan sebagai berikut:
* ponsel dalam keadaan hidup dibutuhkan RAM untuk menyimpan semua tampilan atau program yang sedang berjalan, misalkan saja tampilan Fontasi dan gambar yang ditampilkan di LCD. Pada dasarnya semua data-data tersebut awalnya disimpan didalam IC Flash, akan tetapi bila data tersebut akan ditampilkan di Ponsel maka diperlukan Dynamic Data Storage.
* Disaat melakukan pengetikan SMS, teks SMS yang masih ditampilkan pada LCD ponsel merupakan suatu data yang masih disimpan didalam RAM, kecuali bila anda langsung menyimpannya, maka data SMS tersebut akan disimpan pada Flash Memory. Kapasitas RAM sangat terbatas. jika anda terlalu panjang dalam mengetikan SMS tadi maka kinerja ponsel menjadi sangat lambat.

Tanpa RAM, ponsel tidak akan dapat hidup. Bila RAM sudah lemah sering mengakibatkan Ponsel sulit untuk Booting, hal ini disebabkan karena disaat Microprocessor memanggil data di IC Flash, RAM tidak dapat menyimpan data dengan baik, sehingga Microprocessor kekurangan program untuk melakukan booting.


Power Distribution
Supply tegangan utama pertama kali diberikan oleh battery sebesar 3,7 Volt dengan kemampuan Supply arus sebesar 700mAmper, Perlu anda ketahui juga, bahwa Ponsel dalam keadaan mati dan battery dalam kondisi terpasang pada ponsel, maka battery akan langsung memberikan arus listrik (tegangan) kepada: Power Supply, Infrared, IHFPA, Vibra, LED dan PA sebesar 200uA, maka jangan heran bila battrey yang tidak pernah dilepaskan akan segera habis padahal ponsel tidak dalam keadaan hidup. Sebaiknya bila ponsel tidak akan dipakai dalam waktu yang cukup lama battrey dilepas saja agar tidak menimbulkan kerusakan.
Power Distribution atau Power Supply berfungsi untuk mendistribusikan tegangan yang disesuaikan dengan kebutuhan disetiap rangkaiannya. supply tegangan ini akan dibagi menjadi dua golongan: tegangan analog yang akan diberikan kepada modul RF sedangkan tegangan digital akan diberikan kepada modul Baseband. Tegangan dan arus ke Masing-masing rangkaian akan berbeda satu sama lain berdasarkan kebutuhan.




Clock Distribution
Sama halnya manusia tanpa detak jantung maka tidak akan dapat hidup. Begitu juga dengan Ponsel merupakan alat yang sudah menggunakan system komputerisasi yang membutuhkan suatu denyut (Clock) untuk menjalankan logic system, maka tidak akan hidup bila tanpa ada distribusi clock didalam rangkaiannya.

Sumber Sinyal clock dihasilkan oleh VCTXO (Voltage and temperature Control Crystal Oscillator). VCTXO akan menghasilkan frekuensi sebesar 26MHz yang diteruskan kepada Modul RF untuk diproses oleh RF Processor, frekuensi ini selanjutnya diteruskan kepada Microprocessor melalui Pin RFCLK 26MHz.

Microprocessor menyediakan Internal Clock sebesar 13MHz kepada MCUPLL dan DSPPLL setelah melewati Blok Slicer (pemisah), dimana sinyal Clock tersebut akan diteruskan kepada: RFBUSCLK 13MHz, CBUSLCK 1MHz, LCDCLK max 6.5mhz, SIMCLK max 3.25.

Pada rangkaian Power supply (UEM atau CCONT pada ponsel Nokia) akan ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu menghasilkan gelombang 32KHz, Oscilator ini di fungsikan disaat ponsel dimatikan, sebab disaat ponsel sedang non aktif (Sleep Mode) VCTXO tidak akan berfungsi, maka disini dibutuhkan Oscilator cadangan yang biasa disebut Sleep Clock. Tegangan kepada Oscilator 32KHz ini hanya membutuhkan tegangan dan arus sangat kecil, biasanya pada ponsel selalu dilengkapi dengan battery cadangan yang berukuran kecil (battery Jam) yang disimpan didalam mesin ponsel, tujuannya agar disaat battery utama dilepaskan Oscilator ini masih dapat bekerja. battery cadangan ini dapat mengisi ulang disaat battery utama telah dihubungkan kembali.
Blok Diagram dari Distribusi Clock seperti dibawah ini:
Power Up & Power Down
Proses untuk mengaktifkan ponsel tidak sama dengan alat elektronik analog, seperti TV, Radio, Tape recorder, dll. Berbeda dengan Ponsel dan Komputer Desktop (PC) atau alat komputerisasi lainnya, dimana proses tersebut tidak dengan cara melepaskan hubungan tegangannya.

Untuk mengaktifkan ponsel tidak secara mekanis, melainkan dengan cara elektronis digital. Ponsel dalam keadaan non aktif (mati) dapat dianalogikan kepada manusia yang sedang tidur. Walaupun tertidur akan tetapi manusia dalam kondisi hidup, dan akan bangun dari tidurnya bila diberikan perintah.

Ponsel akan aktif bila terdapat perintah seperti:
* Menekan tombol On/Off
* Menghubungkan Charger kepada Ponsel
* RTC Alarm

Persyaratan ponsel dapat aktif bila:
* Tegangan battery lebih dari 3,2 Volt dan Microprocessor dapat mendeteksi adanya battery (pendeteksian ini melalui jalur BSI)
* Power Supply dapat memberikan tegangan kepada Modul Baseband dan RF Processor.
* VCTXO (Osc26MHz) yang diproses oleh RF Processor telah diberikan kepada Microprocessor. Selanjutnya microprocessor akan mendistribusikannya kepada: CBUS dan RFBUSCLK (13MHz)
* Subsystem MCU dan DSP yang tersimpan didalam Microprocessor dapat menghasilkan Booting awal untuk memeriksa dan membaca OS - Operating Sistem (Firmware) yang tersimpan pada Flash Memory.
Tanpa salah satu syarat diatas maka ponsel tidak dapat bisa hidup. Maka keterangan di atas membuktikan bahwa ponsel dapat berfungsi bila Hardware dan Software saling mendukung satu sama lain.

Charging
Proses pengisian battery pada handphone sangat teliti sekali, dimana system pengisian akan diatur secara komputerisasi. tegangan listrik yang diberikan charger kepada battery akan di kontrol oleh ?Charging Control?, charging control akan memberikan isyarat dan diberikan perintah oleh microprocessor untuk mengizinkan pengisian tersebut, dengan syarat:
* Microprocessor akan memeriksa arus dan tegangan yang diberikan oleh charger, bila arus listrik tersebut ada pada batas aman maka microprocessor akan mengizinkan proses pengisian tersebut.
* Charging Control memonitor arus dan tegangan kepada battery, jika batas tegangan dan arus memenuhi standar akan memberikan isyarat kepada microprocessor,
* Microprocessor memonitor kapasitas tegangan battrey melalui BSI yang terdapat pada battery, bila tegangan battery ada pada batasan dibawah tegangan maksimal, maka microprocessor akan memberikan perintah kepada PWM Chrg Software Control untuk melakukan pengisian battery.

Proses pengisian battery ponsel sangat teliti sekali, arus dan tegangan masuk dan keluar harus betul-betul akurat, jika kita kaji dari syarat-syarat diatas maka proses pengisian battery di kontrol secara Hardware dan secara software, maka kerusakan secara software akan menyebabkan ponsel tidak dapat di Charge.

Audio Codec / PCM
Suara yang dapat didengar oleh manusia disebut ?Signal Audio? sinyal audio ini adalah sinyal analog yang mempunyai frekuensi 20Hz sampai 20KHz.
Data informasi yang telah dimodulasi / demodulasikan oleh modul RF akan diteruskan kepada Microprocessor, MCUsubsystem dan DSPsubsistem pada Microprocessor yang akan memberikan signal data audio berbentuk signal digital melalui UIF. Agar signal suara tersebut dapat didengar oleh manusia maka dibutuhkan proses Codec, Codec adalah suatu sistem yang dapat melakukan transformasi input analog ke output code digital atau juga sebaliknya.
Skema diagram diatas menjelaskan proses Codec pada penerimaan dan pengiriman sinyal audio. Yang meliputi:
* Audio TX Path
Bagian ini yang akan menerima sinyal audio analog, misalkan sinyal audio yang diterima oleh microphone. Sinyal tersebut masih lemah, maka akan diperkuat oleh Gain stage lalu disaring bila terdapat noise didalam sinyal audio tersebut, agar microprocessor dapat mengolah sinyal tersebut maka diperlukan konversi dari signal audio analog menjadi signal audio digital, proses ini disebut Codec. Selanjutnya data informasi tersebut diproses oleh microprocessor untuk dilanjutkan kepada Modul RF untuk dipancarkan kepada Base station.
* Audio RX Path
Speaker ponsel mempunyai membran yang akan menghasilkan gelombang audio yang merambat diudara dan dapat didengar oleh manusia. Dibutuhkan penguatan ?Gain Stage? untuk menggerakkan speaker ini. Signal audio yang diberikan oleh microprocessor merupakan signal audio digital, maka agar signal audio tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan konversi dari signal audio digital menjadi signal audio analog, disebut DAC (Digital to Analog Converter).
Multy Mode Converter
Multy Mode Converter merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan Modul Baseband. Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog sedangkan Modul Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter).
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyThu Oct 28, 2010 12:10 am

Apa itu GSM?
GSM pada awalnya merupakan singkatan dari Groupe Speciale Mobile, sebuah komite dari Conference of European Posts and Telecommunications yang ditunjuk

untuk mengembangkan komunikasi nirkabel dan kemudian lebih dikenal sebagai Global Systems for Mobile communications (GSM), dikembangkan pertama kali di

Eropa dengan frekuensi utama 900MHz merupakan sistem komunikasi digital nirkabel generasi kedua (2G)

* Apa itu kartu SIM?
Merupakan singkatan dari Subscriber Identity Module, kartu yang berisi data-data network ID operator, telephon operator, PIN maupun data-data pengguna seperti

phonebook atau sms

* Apa itu IMEI?
International Mobile Equipment Identity, merupakan kode identitas unik dari perangkat ponsel yang diakui secara internasional, kode umum untuk mengetahui IMEI

ponsel anda: *#06#

* Siapa saja Operator GSM di Indonesia?
Telkomsel, Indosat-Satelindo, Excelcomindo, Lippo-Telecom


Servis dan Fitur GSM

* Apa itu Call Waiting, Call Hold dan Multiparty Calling?
Call Waiting adalah servis yang memungkinkan penelpon untuk masuk ke nomer yang dituju meskipun sedang ada pembicaraan dan dengan Call Hold pemakai ponsel

untuk sementara waktu dapat menghentikan percakapan dengan penelpon pertama kemudian diganti dengan penelpon kedua dengan tidak memutuskan penelpon

pertama. Sedangkan Multiparty Calling merupakan servis yang memungkinkan penelpon pertama dan kedua diatas untuk berbicara bersama-sama dengan yang ditelpon

bertiga. Berapa banyaknya penelpon yang bisa konferensi bersama-sama tergantung kemampuan dari Operator.

* Apa itu FR, HR dan EFR?
Codec (coder dan encoder) yang mengubah sinyal menjadi data suara, menentukan kejernihan suara yang didengar dari ponsel, FR (Full Rate) mempunyai kualitas

standard, HR (Half Rate) mempunyai kualitas di bawah standard dan EFR (Enhance Full Rate) mempunyai kualitas di atas standard. Supaya ponsel bisa mencapai

kualitas EFR makan diperlukan dukungan dari ponsel dan operatornya.

* Apa itu SIM Tool Kit?
Servis pada kartu SIM yang memungkinkan Operator untuk menawarkan VAS (Value Added Service) kepada pelanggannya, misalkan mobile banking atau download

content.

* Apa itu CLIP dan CLIR?
Calling Line Identification Presentation (CLIP) adalah servis yang memungkinkan untuk memunculkan identitas (nomer) penelpon sedangkan kebalikannya, Calling Line

Identification Restriction (CLIR) digunakan untuk menyembunyikan identitas (nomer) penelpon.

* Apa itu SMS dan SMSc?
SMS (Short Message Services) adalah servis berbasis text yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan singkat (160 karakter) kepada pengguna ponsel

lainnya melalui SMS Centre (SMSc) yang akan mengontrol lalulintas pesan singkat tersebut.

* Apa itu WAP?
Wireless Application Protocol, sebuah standard yang memungkinkan ponsel untuk mengakses internet dan servis nirkabel lainnya.

* Apa sih CSD dan HSCSD?
Circuit Data Switch (CSD) dan High Speed Circuit Data Switch) merupakan layanan data generasi awal dari GSM untuk mengakses WAP melalui Data Call per sesi

(tergantung lama pengaksesan). CSD memiliki transfer rate hingga 14.4 Kbps sedangkan HSCSD memiliki transfer rate hingga 43.2 Kbps.

* Kalau GPRS apa dong?
Seperti halnya CSD dan HSCSD, GPRS (General Packet Radio Switch) juga merupakan layanan data GSM generasi kedua (lebih tepat lagi generasi 2.5G) yang

memungkinkan pengguna mengakses layanan data secara terus menerus (always on) bukan per sesi. GPRS mempunyai transfer rate hingga 171.2 Kbps secara teori

tergantung kelasnya (secara riil cuman 50-60 Kbps)


Kelas GPRS? What the....?
Kelas GPRS dibagi menjadi dua, Kelas Slot dan Kelas Servis.

Kelas Slot
Kelas slot direpresentasikan dengan angka downlink dan uplink (data transfer yang mampu didukung oleh ponsel dari dan ke jaringan) angka downlink/uplink satu

mempunyai kecepatan antara 8-12 Kbps, dua 16-24 Kbps dan seterusnya berkelipatan. Rumus kategori kelas slot ini adalah sbb: GPRS Kelas X (downlink+uplink)


GPRS Kelas 1 (1+1)

GPRS Kelas 2 (2+1)

GPRS Kelas 4 (3+1)

GPRS Kelas 6 (3+2)/(2+3)

GPRS Kelas 8 (4+1)

GPRS Kelas 10 (4+1)/(3+2)

GPRS Kelas 12 (4+1)/(3+2)/(2+3)/(1+4)



Kelas Servis
Direpresentasikan dengan huruf, merupakan kelas untuk membagi pemakaian servis GPRS.

GPRS Kelas A
Ponsel yang memiliki kelas A servis GPRS dan GSM dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa ada interferensi dari masing-masing servis

GPRS Kelas B
Ponsel yang memiliki kelas B servis GPRS dan GSM dapat dilakukan secara bersama-sama dengan interferensi terhadap GPRS oleh GSM. Misalnya saat menerima

telpon/sms maka GPRSnya terhenti otomatis namun tidak putus, bila servis GSM sudah selesai, GPRS nya akan menyambung lagi

GPRS Kelas C
Ponsel dengan Kelas C tidak bisa menggunakan servis GPRS bersamaan dengan GSM, kudhu satu-satu secara manual pemakaiannya



* E Em Es (EMS) dan Em Em Es (MMS) adalah.........
Generasi selanjutnya dari sms, Enhanced Message Service (EMS) layanan pesan yang memanfaatkan multiple sms (>160 karakter) untuk mengirimkan data berupa

gambar maupun suara dengan kualitas rendah, dipicu oleh teknologi Picture Message yang dikembangkan oleh Nokia, sedangkan MMS (Multimedia Message Service)

juga merupakan layanan pesan yang mampu mengirim/menerima data (gambar/suara) berkualitas tinggi melalui layanan data GPRS

* Nah, kalo EDGE ntu apaan?
Generasi ketiga (3G) dari layanan data GSM, Enhanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) mempunyai kemampuan layanan data 3x nya GPRS hingga 384 Kbps.

* EDGE ada kelasnya juga gak?
Sama halnya dengan GPRS, kelasnya tidak jauh beda, yang membedakan adalah pada EDGE, 1 Slot merepresentasikan downlink/uplink dengan kecepatan 48-69.2

Kbps.


Teknis

* Bagaimana cara konek ponsel dengan PC (Windows) sebagai modem?
Ada beberapa aternatif,

Kabel data (USB/Serial)
IrDA
Bluetooth

Sebelum disetting, sebaiknya install dulu driver yang diperlukan baik untuk kabel data, irda maupun bluetooth dan install modemnya.
Secara umum, settingan di Windows adalah sbb:

Start> Control Panel> Phone/Modem Options> Pilih modem yang sudah diinstall

Klik Properties> Advance> Extra Setting> Masukkan string: AT+CGDCONT=1, "IP", "APN NAME" misal untuk matrik APN NAME= satelindogprs.com >

Finish-selesai-done

Start> Control Panel> Network Connections> Create New Connection

Next> Pilih Konek to The Internet > Next lagi

Pilih Set up my Connection Manually> Next> Pilih Connect Using a dial up modem> Next

Isi nama ISP> Next> Isi Dial up number: *99***1# > Next> Isi Username Password> Next> Finished

Masuk lagi ke Network Connection> Pilih nama ISP yang sudah diisi diatas> Muncul window Dial up> Connect
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
balgecello
senior member
senior member
balgecello


Jumlah posting : 100
Join date : 21.08.10
Age : 34
Lokasi : OLD MOUNTAIN

Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel EmptyThu Oct 28, 2010 12:13 am

KARAKTER IC PADA HP


Jenis IC pada ponsel ada 2 :
• pertama yaitu IC BGA(bola-bola timah)
• dan yang kedua adalah IC SMD (kelabang)

I. IC PA ( Power Amplifier )

Jenis- jenis IC PA
• IC PA kaleng
• IC PA keramik
• IC PA SMD (berkaki )
• IC PA sejenis sintetis / karet (mudah terbakar jika dipanasi)

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC PA :
• No sinyal
• Sinyal tidak stabil
• Call ended / gagal telepon
• Sinyal hilang tiba –tiba( sewaktu pertama ON tampak pada bar sinayl tampak full tapi tiba –tiba menghilang total )
• Sinyal hilang timbul
• Power of sending ( mati sewaktu melakukan panggilan)
• Power Off Receive ( mati sewaktu terima panggilan)
• Tampak pada samping tampilan operator tanda seru (!)
• Boros baterai
• Mati total jika terjadi short

Karakteristik IC PA:
• Ada tanda panah pada IC
• Letak posisi IC biasanya terdapat pada bagian atas PCB ponsel
• Letak posisi IC biasanya berdampingan dengan switch antenna

2.Switch Antenna

Karakteristik Switch Antenna :
• Kotak kecil berkaleng tanpa kaki pada bawah dan samping
• Biasanya selalu berdampingan dengan IC PA
• Letak posisi IC biasanya terdapat pada bagian atas PCB ponsel

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh switch Antenna :
• No signal
• Signal lemah ( tampak pada bar signal lemah)
• Hanya bisa operator tertentu.

3. IC RF (radio frekwensi)/ IF IC

Karakteristik IC RF
Untuk type Nokia
- Untuk seri DCT -3 terdapat tulisan hagar di bagian atas IC
- Untuk seri terbarunya terdapat tulisan M jolner atau helga
- Letak posisi IC biasanya dibagian tengah atas PCB ponsel
- Letak posisi biasanya berdampingan dengan IC kristal
Untuk type lain
- Biasanya IC ini merupakan IC SMD ( kaki kelabang )

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC RF
-No signal
- Signal lemah
- Signal tidak stabil
- Signal hilang tiba-tiba ( sewaktu pertama ON tampak pada bar signal full tiba-tiba hilang total )
- Power OF sending ( mati sewaktu digunakan untuk telpon )
- Power off receive ( mati sewaktu terima telpon )
- Hank
- Mati total jika tidak terdapat system clock 13mhz

4. KRISTAL
Karakteristik KRISTAL
- Letak posisi biasanya berdampingan dengan IC RF
- Komponen ini biasanya berplat kaleng kecil

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh KRISTAL
- No signal
- Signal tidak stabil
- Restart pada ponsel
- Ponsel mati total jika komponen ini rusak

5. TX dan RX filter

Karakteristik TX dan RX filter
- Kotak kecil kaleng biasanya berwarna kuning
- Letak posisi biasanya pada bagian tengah atas pada PCB ponsel

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh TX dan RX filter
- Suara terputus – putus sewaktu digunakan untuk berkomunikasi
- Bisa juga mengakibatkan no signal terutama pada rx filter 1800

6. VCO ( Voltage Control Oscilator )

Karakteristik VCO
- Kotak berplat kaleng mempunyai kaki dibawah
Untuk type nokia biasanya terdapat tulisan FDK pada bagian atas komponen
Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh VCO
- No signal
- Gagal mencari jaringan

7. IC AUDIO FREKUENSI

KARAKTERISTIK IC AUDIO FREQUENSI
- Letak posisi IC biasanya pada bagian tengah PCB ponsel
- Letak posisi IC biasanya berdekatan dengan IC POWER
- IC Audio biasanya merupakan IC BGA tetapi pada seri ponsel lama masih SMD
- Pada merk dagang NOKIA untuk seri lamanya terdapat tulisan COBBA sehingga dikalangan teknisi disebut dengan IC COBBA

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC AUDIO FREQUENSI
- Tidak ada signal
- Signal lemah
- Signal tidak stabil ( turun – naik )
- Switch ON signal penuh tapi tiba –tiba hilang total
- Tidak ada suara terkirim
- Tidak ada suara terdengar
- Blank LCD
- Hank
- CONTACT SERVICE
- Kartu sim ditolak

8. IC POWER
KARAKTERISTIK IC POWER
- Letak posisi IC biasanya pada bagian tengah PCB
- Letak posisi IC biasanya berdekatan dengan IC Audio frequensi
- IC POWER biasanya merupakan IC BGA tetapi pada seri ponsel lama masih SMD
- Pada merk dagang NOKIA untuk seri lamanya terdapat tulisan CCONT dan dikalangan teknisi menyebutnya IC CCONT, untuk seri barunya terjadi perpaduan antara IC power, IC Audio dan IC charging yang biasa disebut UEM
- Pada merk dagang SIEMENS kalangan teknisi menyebutnya dengan IC DIALOG

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC POWER

- Ponsel mati total
- Low standby ( ponsel mati pada posisi standby )
- Tidak ada signal
- Restart ( auto hidup dan mati )
- Masukkan kartu sim ( meskipun sim card telah dimasukkan )
- Tidak bisa charge
- Charge otomatis
- Pengisian ulang
- Boros batteray
- Power of ketika digunakan untuk telpon
- Power of ketika digunakan untuk terima telpon masuk

9. CPU ( Central Prosesing Unit )
Karakteristik CPU :
- Biasanya merupakan IC yang paling besar dan bergerigi
- Letak IC biasanya terdapat pada bagian bawah PCB ponsel
- Letak IC biasanya berdekatan dengan IC eeprom/memory
- Pada seri ponsel baru CPU merupakan IC BGA

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh CPU
- Keypad tidak berfungsi atau hank
- Hank menu pada ponsel
- Blink pada layar ( LCD ) ponsel
- No signal
- Tidak ada dering pada ponsel
- Lampu led tidak menyala
- Ponsel mati total
- Dan hampir seluruh kerusakan yang ada pada ponsel bermuara pada IC CPU

10. EEPROM ( electrically erasable programable read only memory ) / MEMORY

Karaktristik EEPROM
- Letak IC biasanya terdapat pada bagian bawah PCB ponsel
- Letak IC biasanya berdekatan dengan CPU
- Bentuk IC biasanya lebih pipih atau tipis
- Pada seri ponsel baru EEPROM merupakan IC BGA

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh EEPROM
- Hank menu pada ponsel
- Hilang salah satu menu pada ponsel
- Blink pada layar LCD ponsel
- Start up yang lama pada ponsel
- Restart ( auto hidup )
- No signal akibat data hilang
- Mati total diakibatkan hilang data dan kerusakan IC

11. UI ( user interface )
Karakteristik IC UI
- Bentuk IC biasanya merupakan IC SMD ( berkaki )
- Letak IC biasanya pada posisi bawah PCB ponsel.

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC UI :
- Lampu led pada lcd mati
- Lampu led pada keypad mati
- Getar tidak berfungsi
- Dering tidak berfungsi

12. IC CHARGING
Karakteristik IC CHARGING
- IC BGA berbentuk kotak kecil
- letak IC biasanya pada bagian bawah PCB ponsel dan berdekatan dengan Plug in charging.

Literatur kerusakan yang diakibatkan oleh IC charging :
- Tidak bisa charge
- Charge otomatis
- Pengisian ulang ( reconnect charging )
- Drop baterai jika terjadi koslet
- Charge terlalu lama tapi tidak mengisi pada baterai
Kembali Ke Atas Go down
https://celloponcels.indonesianforum.net
Sponsored content





Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty
PostSubyek: Re: Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel   Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel Empty

Kembali Ke Atas Go down
 
Buat Servicer Pemula yang mau belajar Ponsel
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» STRUKTUR PONSEL NOKIA BB5
» belajar menggunakan multi tester DIGITAL

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
cello ponsel :: Elecktronika dasar-
Navigasi: